Month Of Love #11 ( Putri Elsa dan Pangeran Katak )

11 Feb 2012

Sejak kecil Putri Elsa senang mendengar dan membaca cerita dongeng. Cerita yang paling disukainya adalah cerita tentang Putri dari seorang Raja yang mencium seekor katak, lalu katak itu berubah menjadi seorang pangeran yang tampan nan rupawan. “Suatu saat nanti, aku akan menemukan Pangeran dambaanku diantara katak-katak ini!” itulah angan-angan Putri Elsa. Sejak saat itu sang Putri mencoba belajar bahasa katak.

“Toet…. Teblung…. Toet…. Teblung…. Krookkk…” Pada usia 17 tahun, Putri Elsa akhirnya telah mahir berbahasa katak. Setiap selesai mengerjakan tugas sekolah, Putri Elsa pergi ke kolam di belakang istana. Di kolam itu, ada beberapa katak yang duduk santai di atas daun teratai dan ada pula yang sedang asyik berenang kesana-kemari. Putri Elsa memperhatikan mata katak-katak itu. Dengan waktu yang singkat dia mampu membedakan katak yang baik dan mana katak yang licik.

Suatu hari Putri Elsa berkenalan dengan seekor katak yang baik, namanya Jesper. “Well God!! Putri hebat sekali bisa berbahasa katak!!” puji Jesper. Putri Elsa hanya tersenyum manis lalu menjelaskan “Aku ingin sekali menemukan pangeran katak seperti dalam cerita dongeng. Bila kucium Pangeran katak itu, dia akan berubah menjadi pangeran tampan nan rupawan!. Putri Elsa menjelaskan. Jesper memandangi mata Putri Elsa dengan rasa kasihan. “Sorry, Bos!!” kata Jesper dengan gaya nyentrik. “Sepanjang jalan hidupku, aku belum pernah melihat katak yang berubah menjadi seorang pangeran seperti kata Tuan Putri!!” Kata Jesper melanjutkan. “Tidak apa, Jesper! Tapi bila kamu mendengar ada katak yang sebenarnya seorang pangeran, tolong beritahu aku, ya!” kata Putri Elsa.

Esok harinya, Putri Elsa bersiap untuk pergi ke Sekolah. Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya. Putri Elsa membuka pintu kamarnya. Dan tampaklah seekor katak yang bermata licik. “Ada apa?” Tanya Putri Elsa curiga. “Namaku Shincan. Putri, ciumlah daku, maka aku akan berubah menjadi pangeran!. Jawab Shincan. “Kamu Pangeran dari negeri mana?” Tanya putri Elsa. “Kenapa kamu menjadi katak? Cobalah bicara dalam bahasa manusia!”. Shincan bingung, dia tidak menyangka bahwa Putri Elsa akan banyak bertanya. “Waduhhh… sulit menjelaskannya, putri!” Kata Shincan was-was, dalam bahasa katak. “Tapi, coba saja Putri menciumku. Siapa tahu aku berubah menjadi pangeran! Hayoo!” kata Shincan membujuk. “Hellehh, pergilah Shincan, kamu pasti bukan Pangeran!” kata Putri sambil bergegas untuk pergi sekolah.

Malam harinya, Putri Elsa menemui Jesper dan bercerita tentang Shincan dan kejadian pagi tadi. “Buseett, dia katak yang nakal dan licik. Hampir saja Putri tertipu muslihatnya!” kata Jesper. “Muke Gile, untung tadi tidak memenuhi permintaannya yang konyol itu!” dengan nada jengkel Putri menyahutnya. “Yasudah, saya mau pergi dulu, mau ada acara sunatan keponakan saya putri!. Kata Jesper kemudian melompat pergi.

Esok harinya, putri ingin menemui Jesper. Namun walau dipanggil beberapa kali Jesper tetap tidak kelihatan kulit hijaunya. Beberapa hari berlalu, Jesper tetap tidak ada di kolam istana. Seekor katak penghuni kolam itu memberitahunya, kalau Jesper sudah lama pergi dari kolam istana. Putri Elsa sangat sedih karena Jesper pergi tanpa pamit kepadanya.

Dihari yang ke duabelas, Jesper datang ke kolam istana dengan wajah riang. “Putri Elsa, aku berhasil menemukan pangeran katak! Putri boleh menciumnya, dengan syarat harus memejamkan mata sampai hitungan ke-17. Pangeran ini baru berusia 17 Tahun dan masih sekolah!” kata Jesper. “Umurku juga 17 dan masih Sekolah! Kata Putri Elsa girang. Dia tidak sabar ingin cepat bertemu dengan pangeran katak. Jesper berteriak, “Temanku, keluarlah!” Seekor katak melompat keluar dari kolam. Putri segera mengangkat katak itu dengan tangan mungilnya. Putri lalu menciumnya dengan memejamkan mata dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga… Tujuh Belas!” Putri Elsa membuka mata. Di hadapannya telah berdiri pangeran tampan nan rupawan. Dengan senyum ramah Pangeran mengulurkan tangannya, “Aku pangeran Okie dari Kerajaan Cinta!” kata pangeran dengan bahasa katak. “Kerajaan Ayahku tidak jauh dari kerajaan Ayahmu.”

Pangeran Okie berkata dalam bahasa manusia “Maaf Putri, aku ingin berterus terang. Jangan marah,ya!”. “Aku lebih suka dengan kejujuran! Kata Putri Elsa. Pangeran Okie menjelaskan bahwa dia bukan pangeran katak, ia belajar bahasa katak karena dia takut akan disihir penyihir jahat seperti dalam kisah dongeng. “Waktu Jesper memberitahuku bahwa ada Putri yang bisa bahasa katak, aku tertarik untuk mengenalmu! Katak tadi adalah teman Jesper, dia katak sungguhan!. Aku dari tadi sembunyi di balik pohon itu!” sambil menunjuk ke arah salah satu pohon.

Putri Elsa tertawa mendengar cerita pangeran Okie. Putri sangat gembira bisa berteman dengan Pangeran Okie yang suka membaca Dongeng sama seperti dirinya. Sejak itu mereka berteman akrab. Sampai pada suatu saat Pangeran menyatakan cinta pada sang Putri “Putri Elsa, Would you be my girl?”. “What?” Putri Elsa menjawab dengan gaya alay-nya. “Aku hanya bicara satu kali saja” Pangeran Okie menyambung dengan senyumnya. Putri berfikir sejenak dan dengan raut muka yang binggung disertai senyum manisnya, dia menjawab “Iya”. Mereka akhirnya menjalin hubungan yang lebih dari sebelumnya dan berharap hubungan mereka akan abadi selamanya. Tidak lupa, mereka berterimakasih kepada Jesper yang telah mempertemukan mereka hingga menjalin kasih antara keduanya. :)


TAGS Listenokie Coretan Listenokie Blogdetik Valentine


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post