Menyambut Bulan Dag Dig Dug

10 Jul 2013

Barakallah, waktu cepat sekali berlalu dan tak terasa Blogdetik mengadakan event ngaBLOGburit lagi seperti tahun kemarin. Membicarakan bulan penuh berkah ini tidak ada habisnya deh. Selalu saja unik dan kadang bikin kesel juga tapi ya tetap antusias dan semangat tidak padam dong.

Bulan Ramadan tahun ini beda dari biasanya, beberapa hari sebelum hari yang diperingati se-antero umat mulim ini saya merasa ada getaran mendengar kata Ramadan dan ini pertamakali dalam hidup saya merasakan getaran itu, Subhanallah. Selain itu kita yang mempunyai adat masing-masing tentunya juga melakukan kebiasaan lama, dengan berdoa dan berziarah ke makam keluarga kita yang sudah tenang disisi-Nya. Dan tak ketinggalan doa bersama diakhiri dengan bertukar nasi takir ( baca : sebutan untuk nasi yang dibuat oleh masyarakat desa saya untuk memperingati suatu peringatan / upacara tertentu). Lalu pasti menunggu pengumuman sidang Itsbat untuk melihat keberadaan hilal tanda akan dimulainya Puasa Ramadan.

Persiapan menyambut bulan ini seperti biasanya, dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah dan mencoba untuk selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tentunya lebih konsentrasi untuk mendapatkan pengampunan dan malam seribu bulan, saya rasa Tuhan sungguh Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Entah kenapa hati dan jantung ini bergetar dag dig dug mungkin sampai ditambah der. Hehe mungkin ini adalah petunjuk agar saya lebih mendekat kepada Sang Pencipta.

Walau di Indonesia terdiri dari kelompok muslim yang berbeda, tapi saya tentu tidak mau kehilangan adat Jawa saya untuk berziarah ke makam Ayah dan Kakak saya. Bahkan 2 hari sebelumnya Ramadan saya sudah membeli bunga dan berdoa. Lebih Ngeri-nya lagi ada mitos kalau malam Ramadan itu semua lampu harus dibiarkan menyala , katanya : Okie, Roh-roh kakek dan nenek kalau malam Ramadan ini selalu mengunjungi rumah, jangan dimatiin ya lampunya hehe rasanya horror sendiri dengar kalimat itu, tapi sebagai umat muslim yang baik ya tentu harus tetap percaya dengan yang ghaib dong. Hehe

Keluarga saya tahun ini lebih cepat satu hari untuk mengirim doa bersama di musholla dekat rumah, tidak tahu kenapa, mungkin menghindari jadwal puasa yang tidak menentu oleh karena itu doa bersama dibarengi dengan bertukar nasi takir lebih awal dilakukan, senangnya dengan kebersamaan kemasyarakatan yang saling berbagi dan member tanpa memandang kasta.

Malam harinya ini yang buat bte, antara ikut shalat tarawih apa tidak karena siding Itsbat pun belum dimulai, rasanya seluruh umat Islam di PHP .in (baca ; Pemberi Harapan Palsu) dengan sidang ini. Terpaksa harap-harap cemas absen shalat tarawih deh, tapi untungnya benar tidak hari itu. Alhamdulillah sekali sesuatu.

Semoga Puasa kali ini lebih mendekatkan kita dengan Tuhan, semoga selama 30 hari kedepan puasa kita mendapatkan barokah serta Ridho Allah S.W.T. Amin


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post