Ngabuburit VS Puasa, penting mana?

12 Jul 2013

Puasa Lebih Penting!

Ngabuburit? tidak asing kan dengan kata ini? Apalagi dibulan penuh berkah ini banyak sekali yang bilang, Yuk ngabuburit manteman!. hehe sedikit alay tidak masalah kan?. Ngabuburit adalah sebuah bahasa Sunda dari Jawa Barat yang berarti Menunggu waktu senja/ sore hari mendekati maghrib itu singkatnya. Hehe

Ngabuburit sebenarnya bukan ajaran kaum muslim, jadi kalau ditanya penting atau tidaknya ngabuburit itu tidak usah bingung langsung jawab aja : Lebih penting PUASANYA donk!.
berarti ngabuburit itu penting, asal dengan tujuan baik mendekatkan diri kepada Allah dengan cara berdzikir, mengaji, shalatnya rutin tidak bolong-bolong, memberi hidangan takjil kepada para musafir, dan banyak lainnya.

Ngabuburit dewasa ini justru banyak berubah fungsi. Banyak para pemuda dan pemudi nongkrong di taman kota, memakai pakaian minim setengah jadi, bergandengan tangan dengan yang bukan mukhrim, sampai-sampai boncengan motor seperti mau balapan motor GP nempel banget seperti surat dan perangkonya. Astaghfiruallah, semakin banyak salah kaprah di seantero remaja muslim di negeri ini. Seharusnya mereka malu, ini adalah bulan suci dimana banyak pahala yang disebar oleh Allah dengan cuma-cuma, sungguh Allah Maha Pemurah dan Maha Pengampun.

Beda dengan di desa, suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran saling bersahut-sahutan dikumandangkan oleh anak kecil sekalipun, mereka dengan bersuka cita menyambut bulan ini dengan ikhlas dan menggebu-gebu ingin meningkatkan kualitas amalan di hadapan Allah. Subhanallah, dengan membawa Al-Quran di dada mereka berlari berlomba untuk segera masuk ke dalam masjid.

Seharusnya kita sadar, dalam kegiatan ngabuburit ini ada kegiatan induk/ inti, yaitu Puasa. Puasa Ramadan adalah puasa wajib hukumnya bagi umat muslim, yang sehat jasmani dan rohani serta sehat mental. Sehat mental disini saya artikan sebagai kesiapan menghadapi dan menjalani Puasa Ramadan dengan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan ampunan serta hidayah dari Allah. Jadi berpuasalah dengan benar, hindarkanlah diri dari perbuatan yang dapat menghilangkan barokah serta pahala puasa itu sendiri. Kita sebagai remaja muslim seharusnya malu, bukannya malah percaya diri pamer paha ditempat umum, kalau dikasih tepung dan racikannya tepat mungkin bisa dijual dengan harga Rp. 3000,- s/d Rp. 5000,- hehehe itu syukur kalau bisa dijual. Ini justru mendapat dosa karena berbuat dan menjerumuskan orang lain untuk mengingkari kewajiban puasa, salah satunya menjaga diri dari hawa nafsu.

Sedekah adalah satu satunya tabungan yang di jaminkan keuntunganya oleh Allah dan berpuasa adalah salah satu terapi terbaik mendekatkan diri kepada-Nya. Ngabuburit yang baik adalah turun ke jalan, lihatlah mereka yang lapar, lihatlah mereka yang dengan susah payah mengais rezeki agar anak mereka mendapatkan menu berbuka yang layak. Dengan itu kita sadar, bahwasanya kita telah banyak mendustakan nikmat yang diberikan Allah. Berbuka dengan nasi garam saja mengeluh, apa tidak melihat mereka yang tidur di kolong jembatan yang takut rumahnya terbawa arus air sungai?. Yuk kita lihat sekeliling kita, dan berbagi dengan sesama.

Jadi tidak perlu lah kita nongkrong di taman dengan teman-teman, menggosip bahkan berpacaran serta saling bergandengan tangan hanya untuk menunggu waktu berbuka puasa, tanpa disadari hal kecil itu yang dapat membatalkan perjuangan kita dari kumandang imsya sampai datangnya Maghrib. Ngabuburit itu penting untuk dibuat amal kebaikan bukan amal keburukan, Lebih penting puasanya donk!, karena ini adalah kewajiban kita sebagai umat muslim. Tetap hati-hati dan tingkatkan kualitas kita sebagai umat muslim.


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post