Apa Harus Perawan untuk Sekolah?

22 Aug 2013

75e0a9b098737e57c4e8ce056cb2f633_hari-ke-6

Beberapa hari ini di media online maupun televisi sedang marak berita tentang diberlakukannya tes keperawanan dalam suatu daerah, ada yang berbicara itu hanya untuk mengembalikan nama keluarga yang tercoreng dituduh tersangka kalau anaknya sudah tidak perawan, ada juga berita yang menyebutkan bahwa mulai tahun depan sekolah di daerah itu akan melakukan tes keperawanan kepada calon siswanya sebelum masuk Sekolah Menengah Atas maupun Kejuruan.

Saya sebenarnya tidak menanggapinya dengan heboh, karena sudah belasan kali saya melihatnya di televisi, bahkan jauh-jauh hari di portal media online berita itu pun sudah menyebar luas dengan komentar-komentar pembaca yang membeludak ( baca = Banyak ). Sampai-sampai banyak juga para pakar dan pejabat Negara yang diwawancarai dan didatangkan untuk menaggapi permasalahan ini.

Tes keperawanan menurut saya sudah menyalahi Hak Asasi Manusia ( HAM ) terutama untuk kaum perempuan. Yang perlu kita ingat adalah sebagian orang awam beranggapan bahwa keperawanan hanya dilihat dari sobeknya selaput dara pada perempuan. Padahal banyak sekali hal yang menyebabkan robeknya selaput dara, misalnya olahraga ekstrim, kecelakaan, dll. Jadi keperawanan seseorang tidak hanya bisa hilang karena adanya hubungan badan. Disini kita dan badan kesehatan seharusnya melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang masalah tersebut agar tidak terjadi diskriminasi kepada salah satu keluarga yang dicemooh masyarakat sekitarnya bahwa anaknya sudah tidak perawan. Saatnya kita mulai peduli dengan kesehatan bersama, pendidikan dan ilmu itu harus disalurkan kembali kepada orang lain, jangan biarkan ilmu itu membusuk dalam pikiran kita, yang kita perlukan hanya Take action.

Lebih parahnya lagi selalu pihak perempuan saja yang dipermasalahkan tentang keperawanannya, seharusnya untuk laki-laki juga diadakan tes keperjakaan. Tidak adil kalau hanya perempuan saja yang dipertanyakan tentang kesuciannya, tidak sedikit pula laki-laki yang sudah melakukan hubungan badan diluar hubungan pernikahan. Para ahli seharusnya juga mulai menciptakan sesuatu atau paling tidak mengetahui ciri-ciri mutlak kalau laki-laki itu tidak perjaka. Pasalnya ada juga informasi tentang cara mengetahui keperjakaan dari raut wajah, bibir, sorot mata yang belum teruji keabsahannya. Tindakan ini agar tidak mendiskriminasi kaum perempuan, bahwasanya semua manusia itu sama baik laki-laki maupun perempuan.

Tentang privasi seseorang sebaiknya ikut kita jaga, keperawanan ada yang sebagi kecelakaan dan ada yang sebagai suatu pilihan. Kecelakaan apabila kita tidak menghendaki hal itu terjadi secara sadar oleh diri kita, keperawanan menjadi pilihan kalau biasanya ada beberapa factor, misalnya ekonomi. Jadi sebelum kita mengadili seseorang kita harus Tanya apakah keperawanan itu sebuah kecelakaan atau pilihan yang diambil orang tersebut. Kalau pun tidak perawan apa tidak boleh sekolah dan berpendidikan tinggi?


TAGS Listenokie Coretan Listenokie #30HariNonStopNgeblog


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post